DistroMurahKu

Keranjang belanja kosong

Kebanyakan kota di Indonesia yang beriklim tropis, entah besar atau pun kecil, dikenal dengan keadaan udaranya yang cenderung panas. Selain itu, banyaknya bangunan tinggi dan kendaraan juga menyumbang panasnya udara pada suatu kota. Namun ada beberapa kota yang dikenal sangat dingin, bahkan bikin kita bisa bergidik. Kota-kota ini tersebar di seluruh penjuru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Beberapa kota telah kita kenal, namun lainnya mungkin terdengar asing. Berikut 10 kota-kota di Indonesia yang dikenal sangat dingin hingga kita butuh jaket tebal jika tinggal di sana.

  1. Mulia, Papua

Sebuah kota kecil di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Kota ini terletak pada ketinggian 2.448 meter dari permukaan laut. Sebuah kota pegunungan dengan udara yang super dingin. Daerah ini salah satu daerah konflik di Papua. Di kota ini sering terjadi bentrok hingga suara tembakan adalah hal yang biasa di sana. Meski kota kecil di daerah pegunungan, Mulia memiliki satu bandara kecil. Hanya pesawat jenis Caravan yang bisa digunakan untuk mencapai darah ini. Pesawat Caravan biasanya hanya berisi 9 orang saja, penerbangan sekitar satu jam dari Jayapura dan harus melewati sela-sela gunung. Perlahan-lahan Mulia mulai terkena modernisasi, hal ini ditunjukkan dengan mulai banyaknya kantor-kantor pemerintahan, jalan-jalan aspal dan infrastruktur seperti PLTA meski masih minim. Apa tertarik pergi ke Mulia sob?

 

  1. Waghete, Deiyai, Papua

suhu udara di Waghete ±15 derajat Celcius di tengah hari. Sedangkan malam hari bisa mencapai suhu hingga 10 derajat Celcius. Bisa dibayangkan bagaimana suhu di kota kecil yang terletak di Kabupaten Deiyai, Papua ini. Rata-rata udara di kota besar Indonesia mencapai 32-35 derajat Celcius saat siang. Di Waghete, kita benar-benar tidak akan merasakan panasnya udara seperti di sebagian besar lokasi di Pulau Jawa.Waghete memiliki satu banda udara kecil yang digunakan sebagai lokasi pendaratan pesawat sipil dan militer. Transportasi sebenarnya bisa menggunakan jalur darat namun memakan waktu lama dengan jalan yang tidak terlalu bagus. Untuk itulah banyak warga yang menggunakan jasa pesawat untuk membeli barang ke kota besar. Hal ini mengakibatkan harga kebutuhan pokok di Waghete kian melonjak. Tingkat pendidikan di kota kecil dengan ketinggian rata-rata 2.200 meter ini tergolong rendah. Hanya ada 3 jenjang sekolah dari TK, SD, hingga SMK. Semuanya dikelola oleh organisasi keagamaan. Sekolah negeri dari pemerintah belum menjangkau daerah yang dahulu juga sering terjadi konflik ini. Sungguh miris.

  1. Berastagi, Karo, Sumatra Utara

Berastagi merupakan salah satu tempat wisata di Kabupaten Karo. Kota dengan ketinggian 1.300 meter dari permukaan air laut ini memiliki udara yang sangat dingin. Berastagi diapit oleh gunung Sibayah dan Gunung Sinabung yang masih sering aktif dan menimbulkan kepanikan. Berastagi memiliki beberapa objek wisata alam yang sangat menarik. Salah satu di antaranya adalah air terjun Sikulikap. Jika anda ingin berwisata sejarah, desa-desa kuno seperti Desa Lingga dan Tongkoh bisa menjadi tempat yang pas. Selain itu, karena udaranya yang sangat dingin, Berastagi juga dikenal sebagai penghasil buah-buahan paling bagus di area Sumatra Utara.

  1. Mamasa, Sulawesi Barat

Mamasa adalah nama salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat. Mamasa terletak di daerah pegunungan dengan puncak tertinggi mencapai 1.900 meter dan rata-rata ketinggian tanah di Mamasa mencapai 1.200 meter dari permukaan air laut. Kabupaten yang terletak 6 jam perjalanan dari Makassar ini merupakan sentra kawasan pengembangan ekonomi terpadu Provinsi Sumatra Barat. Hasil utama dari Mamasa adalah berupa Kopi dan Kakao yang sangat baik di tanam pada daerah pegunungan. Selain itu di bidang peternakan, Mamasa dikenal sebagai salah satu penghasil sapi, kerbau, kuda, dan kambing terbaik di Sulawesi. Untuk meningkatkan ekonomi warga setempat, pemerintah Mamasa juga membangun beberapa objek wisata alam berupa Agrowisata dan perkampungan tradisional untuk edukasi.

  1. Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur

Ingin merasakan desa dengan suasana bangunan seperti yang terlihat di Kota Praha? Tidak perlu jauh-jauh, cukup datang di Ruteng. Kota kecil yang terletak di Kabupaten Manggarai ini dikenal sebagai kota paling indah dengan desain bangunan kebanyakan bergaya Eropa. Selain itu, suasana yang dingin karena berada di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut membuat Ruteng semakin layak untuk dikunjungi. Ruteng menyimpan pemandangan yang indah. Areal persawahan masih lebar dan menghijau. Itu pun didukung dengan penampakan gunung berkabut yang terlihat dari jauh. Selain pemandangan yang indah, di Ruteng juga terdapat sebuah gua yang dulunya ditemukan sisa-sisa tulang manusia purba Homo Floresenesis, nama gua ini adalah Gua Liang Bua. Bosan dengan wisata alam yang disuguhkan di Ruteng? Kita bisa mengunjungi satu-satunya desa adat di wilayah itu. Namanya Desa Adat Compang Ruteng. Desa ini hanya berjarak 3 kilometer dari pusat kota. Di sana kita bisa menemukan rumah tradisional seperti Honai di Papua, namun sedikit lebih besar dan modern. Orang-orang di Ruteng sangat ramah meski kesan pertamanya menakutkan. Seperti kata ungkapan, “Sekali orang Flores menebarkan senyumnya, hilanglah wajah menyeramkan mereka!”


Sumber: http://www.boombastis.com

Subscribe Us

Berlangganan newsletter dari kami


Social Media