DistroMurahKu

Keranjang belanja kosong



Ngomongin kota kecil di selatan Jakarta ini pasti nggak ada habisnya. Selain terkenal dengan julukan kota hujan, Bogor juga terkenal sebagai 'gudang' kuliner dan destinasi tempat wisata. Jadi nggak heran, kendaraan dengan nomor plat B akan mendominasi pada saat weekend. Kamu tentu sudah nggak asing lagi bukan dengan daerah Puncak? Wilayah dataran tinggi berhawa sejuk ini memang sudah terkenal dengan keasriannya sejak jaman kolonial dan dijadikan sebagai salah satu kota peristirahatan. Memiliki landscape yang hijau memberikan suasana segar bagi traveller yang berkunjung ke daerah Bogor. Kalo sudah hari Sabtu-Minggu, wilayah Puncak rapeeet bro. Sampe Polisi bikin aturan buka-tutup jalan, untuk meminamlisir kemacetan.

Eits.. Sebenernya saya bukan mau cerita panjang lebar tentang Puncak-nya sih. Buat kamu agaknya sudah mulai bosan main ke daerah Puncak coba deh sekali-sekali melipir ke daerah Sentul, Bogor. Yup.. Daerah Sentul juga punya banyak destinasi wisata kok, seperti Jungle Land, Curug Bidadari, Hutan Pinus Gunung Pancar, dan Curug Leuwi Hejo salah satunya. Buat kamu yang mau liburan suasana alam yang murah meriah & jaraknya nggak terlalu jauh wajib deh kulik daerah Sentul.

Nah.. Kali ini saya mau sharing pengalaman saya pas ke Curug Leuwi Hejo. Berawal dari postingan salah satu teman di social media, awalnya sih memang nggak excited sama air terjun berwarna hijau ini. Tapi setelah melihat satu demi satu foto yang diunggahnya semakin buat saya penasaran akan keindahan curug ini.

Nggak butuh waktu yang lama, saya pun langsung melakukan penelusuran via mbah google  mengenai informasi curug yang tengah naik daun ini, mulai dari transportasinya, biaya masuknya, rute & akses menuju ke curug ini.

Untuk ekplorasi kali ini saya nggak sendirian lho, bersama teman-teman, Kalau cuma main ke daerah Bogor dan sekitarnya saya emang lebih milih untuk naik motor, ala-ala touring gitu. Selain berasa jadi anak motor (haha..), menurut saya asyiknya naik motor itu :

  1. Kamu bisa berhenti sesuka hati di spot-spot yang sebenernya memang nggak direncanakan di awal perjalanan kamu. Kamu pasti pernah kan tiba-tiba melewati jalanan yang view-nya bagus banget dan kamu pengen berhenti untuk sekedar foto-foto unyu dulu,  tapi lahan parkir terbatas? Kendaraan beroda dua ini solusi jitu banget. Coba bayangin aja kalau kamu naik mobil, harus mikir dulu kan parkirnya dimana? belum lagi kalau kondisi jalannya agak crowded dan jelek. Pasti pupus deh rencana kamu buat berhenti di spot 
  2. Lebih cepat! Yang namanya macet itu emang nggak bisa dihindari, tetapi motor handal untuk kondisi macem ini karena kamu bisa nyalip-nyalip dari segala celah. Hehe.. dan,
  3. Untuk beberapa medan dengan jalan yang kecil dan konturnya kurang bagus, motor adalah pilihan yang sangat pas.

 

Paling minus-nya kalau pas lagi cuaca nggak bersahabat aja (ex: hujan) & pantat lumayan tepos kalau kelamaan naik motor, fanass,.

Oh ya.. untuk rencana touring ini dikomandani sama ketua chapter kami namanya Mas Purwito, beliau yang me-woro-woro anggota lainnya untuk bergabung ke dalam penjelajahan ini. Minggu, 06 Juni 2015 kami memulai perjalanan dari Pamulang-Tangerang Selatan jam 07:00 pagi. Dari sini kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi meeting point di MCDonald pertigaan Bojongsari.

RUTE 

Dari lokasi meeting point (Bojongsari) kamu bisa langsung ambil arah ke daerah Parung, setelah melewati underpass yang mau mengarah ke Botani Square nanti kamu akan bertemu dengan perempatan lampu merah (lurus: jalan tol, kanan: Botani Square, kiri: Cibinong). Yap, kamu ambil yang ke kiri arah Cibinong. Jangan sampe kebablasan ya gaes, sesekali sambil baca petunjuk jalannya karena kamu harus ambil jalan ke daerah Sentul. Terus aja kamu ikutin jalannya, sampai nanti ada petunjuk ke arah Babakan Madang (kalau sampai sini sudah terlihat plang tersebut artinya kamu nggak nyasar, Hehehe..). Kondisi jalannya kurang bagus dan berdebu, so.. jangan lupa pakai masker. Lalu, ikutin aja jalannya sampai ke Sentul City (arah Jungle Land, ini jalannya sudah bagus kok)

Yup.. Patokannya adalah pintu masuk Jungle Land, kamu jangan lurus terus ya ada belokan ke kanan masuk ke arah perkampungan gitu dan perjalanan mulai menanjak. Ikutin aja jalannya sampai ketemu dengan pertigaann (ke kiri: Curug Leuwi Hejo, kanan : Wisala Hutan Pinus Gn. Pancar). Dari situ kurang lebih masih 3 km lagi untuk sampai ke Curug Leuwi Hejo dan jalanannya naik turun tapi makin kesana jalannya kurang bagus. Nggak recomended kalau kamu bawa mobil karena setelah melewati jembatan kayu ada tanjakan yang tinggi dan kontur jalannya rusak. Pas kemarin kita kesana pun ada mobil avanza yang hampir mundur karena ngga kuat nanjak. Tipsnya buat yang bawa motor wajib prepare minimal cek kampas rem, tekanan ban & ganti oli dulu sob

CURUG LEUWI HEJO

Setelah melewati perjalanan naik turun dan berkelak kelok yang memicu adrenalin sampai juga di Curug Leuwi Hejo, tapi serius ini impas kok sama view-nya selama di perjalanan. Hamparan sawah hijau dan rindangannya pepohanan akan menemani kamu selama di perjalanan. Curug ini sudah dikelola sama warga lokal, jadi untuk masuk ke objek wisata ini dikenakan tarif 10K IDR/person dan biaya parkir motor 20K IDR/motor. Nah, saya menyarankan buat kamu yang mau main kesini datang lebih pagi (kalau bisa dari subuh) soalnya kalau sudah kesiangan dikit apalagi pas akhir pekan Curug Leuwi Hejo udah kayak pasar kaget bro, rameee! Walaupun kondisi Curug Leuwi Hejo crowded, tapi sama sekali nggak menghilangkan antusias saya untuk bermain, melihat dan menikmati keindahan Curug Leuwi Hejo.

Dari tempat parkir motor, kamu harus berjalan kaki 'manja' dulu untuk sampai ke curugnya. Selama trekking tetep harus hati-hati juga ya gaes karena batu kali-nya lumayan gede-gede. Pada saat trekking kamu akan melewati jembatan yang terbuat dari bambu dengan luas yang nggak seberapa lebar. Kayak gambar dibawah ini kondisinya! Nah dari sini, sudah mulai terdengar tuh gemercik air curugnya. 

Eits.. Jangan keburu seneng dulu, karena dari jembatan ini kamu masih harus jalan lagi melewati batuan alam yang terhampar di seluruh aliran sungai. Beruntung hari itu cuaca cerah, memudahkan kami untuk sampai ke spot utama. Huh.. Nggak sabar buat nyebur bro! Nggak tau kenapa, kalau udah ketemu air saya serasa punya ikatan bathin tersendiri, dada langsung berdesir nggak menentu. Cielah...! Pengen langsung buru-buru lepas baju & sama lepas celana, #Eh..

AKTIFITAS 

Yeee... Finally setelah melalui perjuangan melalui batuan alam yang besar dan derasnya aliran sungai sampai juga di titik kolam air jernih berwarna kehijauan ini. Ya.. ini dia kolam tujuan itu! Mungkin karena berwarna kehijauan ini makanya dikasih namanya Leuwi Hejo. Airnya jernih bro, tapi siap-siap juga air di curug ini siap buat kamu menggigil kedinginan. Brrrrr.. makanya kalo kamu berminat kesini di sarankan untuk membawa jaket biar ga kedinginan saat pulang, seperti jaket bomber yang berbahan tebal agar tetap hangat dan nyaman, kini kami punya produk bomber modeja series terbaru berbahan waterproof yang tahan air, jika kamu berminat mengoleksi jaket di lemari kesayangan kamu, tinggal beli online aja disini http://www.distromurahku.com/ anda bisa mendapatkannya dengan mudah dan efisien, kalo barang tak sampai dijamin uang kamu kembali alias terjamin sob

kembali ke cerita, Selain disini bisa main air dan berenang, buat kamu yang punya nyali lebih coba deh naik ke atas batu Curug Leuwi Hejo (pas di sebelah air terjunnya), untuk lompat ke kolamnya. Uuh... Itu serasa jantung mau copot, walaupun nggak tinggi-tinggi banget seperti batu payung di Green Canyon tapi cukup bikin dag-dig-dug. HARUS COBA! Tenang aja air di kolam itu lumayan dalam, pas kemarin saya renang pun kaki nggak napak sama sekali. In shaa Allah aman, yang penting jangan banyak tingkah aja karena arusnya cukup deras. Untuk lompat dari atas batu ini kamu butuh sedikit usaha extra untuk melawan derasnya arus dan naik ke atas batunya.

Tapi buat yang ragu, nggak harus dilakukan ya gaes.. kalau kata Sist. Nadine Chandrawinata 'ketika kalian ragu pada suatu hal, kamu berhak untuk nggak melakukannya'. Jadi jangan pernah kepengaruh sama teman yang suka ngompor-ngomporin itu. Ada baiknya juga sih emang kita harus belajar untuk melawan rasa ketakutan dan keluar dari comfort zone biar hidup lebih menantang (Ciela.. Sok bijak).

Melihat kondisi di kolam Curug Leuwi Hejo yang crowded, sebagian teman lebih memilih main air di bawah aliran curug dan ada sebagian juga yang masak mie instant menggunakan kompor portable. Nah.. ini bisa ngasih solusi banget buat kamu yang mau ngirit atau bisa bawa bekal/ camilan dari rumah. Asik kok makan bareng-bareng di pinggir sungai gitu, asal tetep ya jaga kebersihan tempat wisata yang kamu singgahi. Buang sampah sembarangan itu nggak keren sob!,.Puas berenang di Curug Leuwi Hejo kami pun memutuskan kembali ke tempat awal untuk siap-siap kembali ke rumah. Wew.. ternyata semakin siang parkiran motornya makin penuh, saya sarankan untuk datang lebih awal biar nggak terlalu panas juga. Moment-moment kayak gini yang bisa jadi bekal cerita untuk anak dan cucu kita nanti sob. Ah.. sampai jumpa di cerita selanjutnya.

 

Sumber: http://cumakeluyuran.blogspot.co.id/2015/06/touring-jelajah-keindahan-bumi-sentul.html

 

Subscribe Us

Berlangganan newsletter dari kami


Social Media