Gunung Ceremai
-secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Majalengka, Kabupaten
Cirebon,
dan kabupaten kuningan.yang memiliki  puncaknya terletak pada 6° 53’ 30" LS dan 108° 24’ 00" BT, dengan ketinggian 3.078 m di atas permukaan di laut. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.

Gunung ini memilik kawal ganda. Kawah barat yang beradius 400 m terpotong oleh kawah timur yang beradius 600 m. Pada ketinggian sekitar 2.900 m dpl di lereng selatan terdapat bekas titik letusan yang dinamakan Gowa Walet. Kali ini saya akan berbagi kisah saya dalam menaklukan gunung ciremai tertinggi di jawa barat.

Pertama kita ngumpul dirumah salahsatu teman, lalu dari sana kita diantar sopirnya ke stasiun Gambir,  dari rumah berangkat jam 07.00 sampai stasiun jam 08.00. Jadwal kereta keberangkatan kami jam 09.00-12.00 dari stasiun Gambir ke stasiun Cirebon.

Setelah 3 jam perjalanan akhirnya kami  sampai di stasiun Cirebon. Yang  akan kami lewati untuk mendaki adalah  jalur Palutungan, agar  sampai ke, sana harus mencarter angkot D5 sampai pos 1 pendaftaran Palutungan kira-kira 20 menit. Sesampai di sana, kami  mendapat pengarahan singkat dari tim SAR disana, selanjutnya, ya naik gunung. Lets enjoy the adventures. Kami berangkat jam 3 sore, tujuan pertama ke Cigowon, perjalanan dari pos Palutungan menuju Cigowong sekitar 3 jam, maklum saja kami para pendaki baru, hahaha…

Pendakian kami, tidak terasa berat karena disertai dengan canda tawa, itu sih solusinya buat kami ini yang pendaki baru. Meskipun pada akhirny,  capek nyeuu,  hahaha….

Akhirnya, kami sampai juga di Cigowong jam 18.00, di sini biasanya tempat favorit para pendaki membangun tenda sekaligus  untuk beristirahat menuju pos Pesanggrahan/puncak. Setelah membangun tenda, perut juga meminta service, kami masak menggunakan parafin, setelah makan malam selesai kita langsung istirahat.  Soalnys, untuk hari esok harus melanjutkan pendakian dan butuh 10 jam lg menuju puncak, wow mantappp. Jam 8 pagi teng, kami bangun dengan segar, karena  udara yang dihirup dan menempel di kulit terasa sejuk sekali, jauh beda dengan di Jakarta.  Sarapan  pagi dengan yang simple-simple saja, yaitu sarapan simple aja yaitu energen. Selesai sarapan, kami siap-siap untuk melanjutkan perjalanan. Kami semua,  sangat semangat karena akan melalui track yang sangat indah,  walau makin nanjak, hahaha….

Berangkat dari Cigowong jam 09.00 tujuan kami adalah Pesanggrahan, yang harus melewati 4 pos jika kita ingin sampai di sana, yaitu Kuta, Pangguyangan Badak, Arban dan Tanjakan Asoy. Track yg sulit membuat kami banyak mengeluarkan tenaga, untungnya saya membawa gula merah — yang katanya bisa menambah energi. . Benar saja setelah makan gula merah kami jadi jarang minum dan tancap gas terus. Terbukti sampai pos Pesanggrahan jam 4 sore dan langsung terkapa, hahaha. Disana kami bertemu tim SAR yang sedang berkemah juga. Tujuan mereka adalah untuk memburu kawanan babi rusa yg meresahkan para pendaki yang berkemah di Pesanggrahan ini. Seperti biasa,  setelah tenda dibangun kami membuat makanan instan, seperti mie, energen, dan makanan lainnya. Kami harus benar-benar fit karena besok subuh,  kami harus berangkat ke puncak.

Dari Pesanggrahan menuju puncak kira-kita  3 jam-an lahh buat pendaki pemula, seperti kami.  Tidak terasa waktu menunjukan angka 9 malam kami masih keasyikan ngobrol dengan tim SAR di depan api unggun yg hangat. Setelah itu, kami kembali ke tenda untuk beristirahat. Jam 3 subuh kami bangun dan langsung menyiapkan barang apa saja yg dibawa ke puncak seperti air, obat-obatan dan benda penting lainya.  Hmmm sekitar jam set 7 kami akhirnya sudah menggapai puncak  Gunung Ciremail  3078 mdpl. Kami menikmati keindahan pemandangan gunung ciptaan Tuhan dengan berfoto dan tidur-tiduran. Selang waktu berjalan, kami harus pulang dan turun jam 11,  melewati jalur yg sama yaiti Palutungan  kemudian kembali ke Pesanggrahan membereskan tenda lalu langsung turun ke pos 1 Palutungan, hmm sekitar jam 7an kamu baru sampai.

Badan terasa meledak ledak capek banget,  kaki pegel, tapi semua itu terbayar lunas  dengan pengalaman yg luar biasa  indah ini. Sebelum kami pulang keJakarta kami nginap di resort penginapan khusus pendaki, dan merencanakan pulang hari Rabu 5 Agustus 2015. Di pagi hari kami mendapat makanan gratis dari sana dan sekalian membeli oleh-oleh buat adik yang dirumah. Kami berangkat jam 4 sore menuju tasiun Cirebon.

Demikianlah kisah kebersamaan dan persahabatan kita berempat saat naik gunung. Mohon maaf kalau tulisannya kurang menarik, soalnya ini tulisan pertama — itu juga karena dipaksa-paksa papa saya. Hahaha…

Sumber: http://halloapakabar.com

 

Contact Us

Layanan pelanggan kami beroperasi setiap hari mulai pukul 8.00 hingga 21.00

SMS/WA :
0852-9584-6609 ( TELKOMSEL )