DistroMurahKu

Keranjang belanja kosong

Menggabungkan traveling dengan kegiatan sosial dan membungkusnya sedemikian rupa dalam bentuk voluntourism sambil jalan-jalan, sambil melakukan kegiatan sosial. Masih banyak lagi sebenarnya cara yang bisa kita lakukan untuk menjadikan kegiatan jalan-jalan agar lebih memiliki manfaat. Tidak cuma untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Berikut ini adalah beberapa diantaranya

 
1. Menjadikannya kegiatan sebagai bagian dari profesi

Kalau kita mau membuka mata, traveling juga bisa kita jadikan sebagai bagian dari profesi sehingga kita akan mendapatkan dua hal sekaligus. Kesenangan dan materi pekerjaan. Sambil menyelam minum air. Contoh profesi yang berhubungan dengan traveling adalah fotografer. Bayangkan seandainya para fotografer National Geographic hanya tinggal di satu kota/negara. Mustahil kita akan mendapatkan foto-foto alam liar nan mempesona khas National Geographic. Di era internet yang semua serba terkoneksi, semakin banyak peluang yang bisa kita ambil. Travel blogger, misalnya. Semua pasti setuju bahwa memilih pekerjaan yang sesuai dengan passion akan memberikan efek yang baik bagi emosi. Hasil pekerjaan juga lebih tulus karna tak ada paksaan dalam mengerjakannya

 

2. Mencoba sesuatu HAL yang lokal

Saat traveling ke suatu daerah tertentu, sebaiknya kita mencoba sesuatu yang lokal. Misalnya makanan lokal atau membeli cindera mata yang dibuat oleh masyarakat setempat. Manfaatnya apa?  dengan membeli sesuatu yang dijual oleh warga lokal, kita telah membantu perputaran ekonomi di daerah tersebut. Mungkin efeknya tidak terlalu besar. Tapi, bukankah sesuatu yang besar itu dimulai dari hal yang kecil?

3. Ikut voluntourism

Voluntourism merupakan gabungan dari kegiatan sosial (volunteering) dan wisata (tourism). Konsep ini menggabungkan kegiatan traveling dan kegiatan sosial sehingga kita akan memberikan manfaat ganda: untuk diri sendiri dan orang lain. Kegiatan sosial yang umum dilalukan dalam konsep ini adalah menjadi pengajar sukarela di sekolah-sekolah di daerah-daerah tertinggal.

4. Menggunakan jasa pemandu lokal

Cara lain untuk membantu perekonomian di daerah yang kita kunjungi adalah dengan menyewa jasa pemandu lokal. Selain bisa membantu perekonomian, mereka biasanya juga lebih tahu seluk beluk tempat yang kita kunjungi sehingga kita akan belajar lebih banyak dan detil tentang latar belakang sebuah tempat yang kita kunjungi

5. Niatkahlah sebagai media belajar dan investasi

traveling merupakan salah satu cara yang bisa kita ambil untuk belajar memahami karakter diri serta kepekaan terhadap lingkungan. Traveling juga akan membuat pikiran kita lebih terbuka serta melihat hal-hal yang baru. Kaitannya dengan masa depan, traveling juga bisa kita jadi jadikan sebagai bahan investasi. Bukan investasi uang namun investasi cerita.  

6. Menjaga sikap dan perilaku

Salah satu penyakit utama traveler Indonesia (dan juga dari beberapa negara lain) adalah sikap iseng yang kelewat batas. Contoh yang paling baru adalah Andrej Ciesielski yang dilarang mengunjungi Mesir seumur hidup karna sikap isengnya memanjat Piramida Giza sampai ke puncak Di Indonesia, sikap iseng biasanya dilakukan dengan melakukan aksi-aksi vandal yang membuat pemandangan menjadi tidak indah. Apalagi kalau aksi vandal tersebut dilakukan di tempat-tempat yang dilindungi (kawasan konservasi). Sangat tidak elegan. Dengan menahan diri untuk tidak melakukan aksi vandal (atau kegiatan negatif lain), secara tidak langsung kita telah membantu pemerintah untuk menjaga aset bersejarah. Atau setidaknya, membantu menjaga kelestarian dan keasrian lingkungan

 

Sumber: http://www.yukpiknik.com

Subscribe Us

Berlangganan newsletter dari kami


Social Media